Malam itu, di airport Adisucipto, saya lihat wajah Mr. Rigen nampak mrêngut bin mbêthuthut. Tanpa wajah cerah sumringah direbutnya tas cangklong saya. Di-glandhang-nya tangan Tholo-Tholo, yang seperti biasa me-nginthil bapaknya ke airport. Kemudian langsung berjalan ke jip legendaris yang semangkin kelihatan butut di antara deretan mobildi airport itu. Grobyak! Tas cangkolong saya dan Tholo-Tholo dilempar […]

Beri peringkat:

Gara-gara majalah Editor membuat berita bahwa saya sekarang sudah bankable, terbukti dari sekilas credit card silver dari Citibank yang mereka lihat waktu saya terpaksa membayari mereka makan malam di Horison, saya mengalami transformasi budaya yang dahsyat. Mula-mula punya credit card itu sesuatu yang terpaksa. Gara-gara terus menerus dibikin malu di berbagai hotel di luar negeri, […]

Beri peringkat:

Seperti telah saya duga, dan sudah saya bocorkan juga kepada pembaca, malam terakhir tahun lama menjelang tahun baru saya lewatkan bersama istri, anak, mantu dan cucu dengan tiduran klékaran di depan TV. Tangan-tangan kami yang berjumlah sepuluh lonjor itu, empat belas bila tangan-tangan cucu masuk hitungan, sekali-sekali akan menyelonong menjangkau pentol-pentol TV gonta-ganti men-switch TVRI-RCTI […]

Beri peringkat:

Gara-gara manusia menciptakan hitungan waktu kalau satu tahun itu terdiri dari dua belas bulan, kemudian membayangkan hidup disekat-sekat dalam kamar-kamar tahunan, manungså menciptakan mitos akhir tahun. Pada tanggal terakhir bulan ke dua belas itu mereka perlu, misalnya, bikin perhitungan-perhitungan. Perhitungan tentang ketiban rejeki berapa kali dalam dua belas bulan terakhir, jêblok berapa kali makelarannya, ketemu […]

Beri peringkat:

Kalau dihitung-hitung, sudah kurang lebih satu tahun, ya sa-tu ta-hun, Pak Narto siterist, pemain siter, bertaraf internasional itu tidak singgah untuk menggelar soiree, pagelaran konser, di teras rumah saya, di depan lincak bambu saya yang legendaris itu. Pak Narto itu seorang roving ambassador, duta keliling, musik tradisi Jawa dengan berjalan dan berjalan menyusuri baik jalan-jalan […]

Beri peringkat:

Sore kemarin Prof. Lemahamba, M.Sc., M.Ed., etc, etc datang ke rumah. Karena sakuntårå waktu lamanya beliau sibuk memeriksa property estate beliau yang konon sêmangkin luas saja, dengan gurawalan saya menyambut beliau di teras depan. Gapyuk! Dengan spontan kami berdua berpegangan tangan bagaikan Prabu Yudhistira menyambut kedatangan Sri Batara Kresna. Mr. Rigen dalah sak cindhil abang-nya […]

Beri peringkat:

Waktu kemarin saya datang dari Bali, Mr. Rigen saya kasih oleh-oleh beberapa celana kolor dengan label ‘Bali’ di ujung bawah sebelah kanan. Celana-celana kolor itu warnanya macam-macam. Hitam, biru, ungu, jambon, hijau mentah, kuning melengking, merah berteriak, pokoknya segala macam warna. Dan warna-warni celana itu rasanya sêmangkin banyak macamnya dan semangkin norak juga kombinasinya. Yang […]

Beri peringkat:

Di rumah, Mr. Rigen menyambut kedatangan saya dari Jakarta dengan wajah seorang pemenang. Wajah Julius Caesar sesudah menaklukkan jajahan-jajahan baru di dunia Timur. Wajah Sultan Agung sesudah menaklukkan kerusuhan-kerusuhan di wilayahnya. Wajah despot yang baru menghirup kemenangan memang menunggingkan senyum. Tetapi, alangkah menyeramkannya senyum itu! Dan Mr. Rigen siang itu menyandang wajah yang begitu! Opo […]

Beri peringkat:

Pada hari Minggu pagi kemarin, akhirnya, sesudah sekian bulan tidak ketemu, saya ketatap muka dengan Pak Joyoboyo. Gabrus! Ténong pènggèng èyèm legendaris yang berwarna biru luntur itu segera dibongkar dengan irama tangan seorang Dursasana. Srêêt, srêêt, grobyak! Dan terbukalah ténong itu dan nampaklah seketika pemandangan yang sudah sekian lama saya rindukan. Dhådhå mênthok, paha, gêndhing […]

Beri peringkat:

Canberra yang tempo hari saya laporkan selalu dalam suasana ‘bagaikan dikalahkan garuda’ saking sepinya, juga suatu ibukota negara yang mengerikan bersihnya. Nyaris tidak ada kertas, daun atau ranting yang tercecer di jalan, apalagi gundukan sampah di sana-sini. Tidak ada. Jalan-jalan yang rata aspalnya, halus anti benjolan, memberi kesan tiap 3 menit disapu dengan sapu lidi. […]

Beri peringkat:

akar rumput

tulisan ala kadarnya refleksi kehidupan dari akar rumput

My not–so–Secret Journal

thoughts, feelings, desires, passion, and some rambling!

PAUS ANTARTIKA

Kita akan bertahan!™

The BroNeo

cerita biasa dari orang biasa

Munajat Sang Pendamba

Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam, Semua mata makhluk-Mu telah tertidur, tapi pintu-Mu terbuka lebar buat pemohon kasih-Mu. Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu, Kasihi daku . . . .

ZeDeen

Rumahku Katanya Sih Surgaku : tentang perjalanan hidup lelaki kecil dan bahteranya

jendelakusam

"Pendar mata Sebuah catatan tolol, tentang perjalanan kehidupan dan segala macam penghidupannya"

lagilagi81.wordpress.com/

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Counting Down

The journey of my life...

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com