Tentang Blog Ini


Blog ini bukan blog resmi Umar Kayam, karena seperti telah Anda ketahui semua bahwa beliau telah meninggal dunia tahun 2002 yang lalu. Blog ini hanyalah semacam kliping atau format digital dari tulisan-tulisan beliau yang pernah dimuat seminggu sekali di harian “Kedaulatan Rakyat (KR)” Yogyakarta dari tahun 1987 s/d 1990. Kumpulan dari tulisan beliau di harian Kedaulatan Rakyat tersebut juga pernah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul “Mangan Ora Mangan Kumpul” (PT. Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1990). Dan dari buku itulah semua artikel blog ini berasal.

Blog ini saya maksudkan hanya untuk mengarsipkan, mendokumentasikan atau menyampaikan ulang tulisan-tulisan Umar Kayam yang saya anggap sebagai komentar sosial yang sangat menarik, jenaka, humanis dan tanpa bermaksud menggurui. Jika ada yang menganggap saya hanya “copas” saja, tidak masalah, karena saya memang menulis ulang tanpa melakukan perubahan yang berarti. Perubahan yang saya lakukan paling-paling hanya pembetulan tanda baca atau menambahkan sedikit informasi tentang sesuatu yang mungkin kurang jelas. Semua istilah, idiom atau ungkapan dalam bahasa Jawa yang banyak terdapat dalam tulisan ini saya biarkan seperti apa adanya, selain untuk menjaga orisinalitas tulisan supaya tetap seperti yang ada dalam bukunya, juga karena terkadang susah untuk mencari padan katanya dalam bahasa Indonesia.

Bagi yang pernah membaca atau memiliki buku “Mangan Ora Mangan Kumpul”, atau pernah membaca sketsa Umar Kayam di harian Kedaulatan Rakyat pastinya sudah tahu apa saja yang akan saya muat dalam blog ini. Tetapi bagi yang belum pernah baca bukunya atau yang dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, bersiaplah untuk menikmati tulisan-tulisan yang ringan tapi berbobot, jenaka namun penuh makna, dengan tema yang melompat-lompat tak terduga.

Blog ini saya luncurkan sebagai peringatan tepat 25 tahun tulisan pertama Umar Kayam di harian Kedaulatan Rakyat, yang terbit pada tanggal 12 Mei 1987 yang lalu.

Pak Ageng, is back ! Mr. Rigen mbalik maning ! Ya, …. setelah sempat vakum selama satu tahun karena menjalankan tugas di Amerika, Umar Kayam kembali dengan tulisan-tulisannya yang -cukup saya wakili dengan satu kata- “menyentuh. Menyentuh ke segala arah. Menyentuh ke segala macam materi pembicaraan. Yang jelas Umar Kayam masih setia dengan gayanya, yang jenaka namun serius tanpa bermaksud menggurui.

Buku seri ‘Mangan Ora Mangan Kumpul #2’ yang diberi judul lain “Sugih Tanpa Banda” ini memuat tulisan Umar Kayam di koran Kedaulatan Rakyat dari tahun 1991 sampai 1994.

Tanpa panjang pena, saya ucapkan selamat menikmati ‘glênyêngan’ khas Umar Kayam dari buku kedua seri ‘Mangan Ora Mangan Kumpul’ ini.

cover sugih tanpa banda

26 komentar

  1. wisnu999 · · Balas

    Mantab mas, semoga lewat blog sampeyan karya (alm) Umar Kayam bisa dibaca banyak generasi.

    Suka

  2. Masteddy, klo blh usul.
    Ceritany dibagi gt.
    Pertahun, jd ada cerita th 87, 88, 89,,,,,
    Biar klo nyari dan baca,,,,,
    Soalny klo ngurut ke bawah, capek,,,,,
    Apalagi klo ud byk….

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      coba klik menu ‘arsip’ … mungkin bisa sdikit membantu
      sempat terpikir buat kategori, tp malah susah membedakn masuk kategori apa
      ma ksih atas atensinya …

      Suka

      1. Kok lama nggak update, mas?

        Suka

  3. Cinintya · · Balas

    Wah lg googling tentang resep es krim malah ketemu blog ini.. Sy suka sekali umar kayam, baru membaca satu tulisannya saja sudah nyeesss dihati.. Tentrem… Makasi ya sudah bersusah2 membuat ini. Semoga sehat selalu dan dimudahkan menulis ulang tulisan2 beliau.. 🙂

    Suka

  4. Om… koleksi karya Umar Kayam yg dipunya apa saja? Lengkapkah? Karyanya yg saya tahu antara lain: tetralogi Mangan Ora Mangan Kumpul, dwilogi Para Priyayi, Seribu Kunang-kunang di Manhattan, dan banyak cerpen. Bisa gak minta tolong utk dijadikan ebook? Dijadikan pdf atau epub gitu. Kalo perlu bantuan, saya siap membantu.

    Sayang sekali kalo karya sastra yg bagus seperti ini –yg sekarang susah dicari– tidak dilestarikan dlm bentuk digital. Biar generasi mendatang tetap bisa menikmati karya ini.

    Saya sudah cari di internet ebook karya Umar Kayam belum ketemu, malah ketemu blog ini. Terima kasih sudah menjadikannya blog. Tapi kelamaan nunggunya, om. 😀

    Salam.

    Suka

  5. Sadtomo · · Balas

    Saya baca buku Pak Umar Kayam ini sewaktu kuliah dulu. Kangen banget pingin baca lagi……. kebetulan banget ada blog ini. Nambah terus tulisannya mas, matur suwun banget pokoknya……

    Suka

  6. moga dijawab eheh..
    mas, salah satu judul yang paling ngena buat saya adalah mister nobody / nobodi. kalo bisa tolong dipost yang itu, secepatnya hehehe

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      kalo mister nobody rasanya belum, mas andre … mungkin nanti d buku kedua, ntar sy cari dulu
      kalo benar d buku kedua berarti setahun lagi baru posting, soalnya sy posting sesuai dng tanggal terbit di koran dulu …. yg buku pertama aja masih ada tulisan utk satu thn ke depan … 😀
      tapi kalo mr. almost alias pak ngalmus sdh terbit d awal januari thn ini. coba cari d arsip tulisan blog ini
      ma kasih atas atensinya …

      Suka

      1. ariefjuga · · Balas

        Wah, makasih banget ini mas, udah bikin blog Pak Kayam kayak gini. Mana bukunya sekarang udah susah nyarinya. Pokoknya makasihlah ya. Ternyata sampeyan ngunggahnya disamain sama tanggal tulisan aslinya itu terbit. Wah, jadi harap-harap cemas ini nunggu tulisan yang lainnya. hehe…

        Suka

        1. masteddy · · Balas

          wadhuh … ma kasih atas apresiasinya, mas arif …
          tulisan baru terbit setiap hari jum’at atau sabtu, sesuai tgl terbit di koran KR dulu … 😉

          Suka

  7. masteddy · · Balas

    sami-sami, mas
    matur nuwun ugi pun kedah mampir mriki 😀

    Suka

  8. Arkhadi · · Balas

    Matur nuwun sanget sudah repot2 ngaplot tulisan2 Pak Umar Kayam di sini mas… kangen Jogja jadi terobati.

    Suka

  9. Dito Ariawan · · Balas

    Hehehe. Memang perlu ada yang memelihara warisan Prof. Umar Kayam

    Suka

  10. Wah Maturnuwun sanget sudah bikin blog ini. Saya sudah muter2 cari buku bekasnya susah sekali. Tulisan Pak Umar Kayam masih enak dibaca meskipun kalau dipikir2 jamannya sudah berubah jauh.
    Sekali lagi terima kasih.

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      sami-2, mbak saras ……
      jaman boleh beda tp filosofinya msh relevan, kayaknya ….. 😉

      Suka

  11. bahagia rasanya pas nemu blog ini, jadi inget masa saya kelas 5 SD, duduk anteng di ruang tamu sambil baca buku beliau yg saya pinjam di perpustakaan, walau kertasnya sudah kekuningan. Buku ini menginspirasi sekali…

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      ma kasih, mbak riski. tulisan-2 pak UK memang ngangenin …. 😉

      Suka

  12. dulu, saya sempat mengkoleksi buku ini (sampai jilid ketiga)… namun karena memang menarik, buku2 tsb jadinya dipinjem sana-sini dan akhirnya tak ketahuan rimbanya…. adanya blog ini bener2 mengobati rasa kangen saya… terima kasih!!! keep going dan tambah terus judul2nya….

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      sama-sama, mas yadhie … 😉

      Suka

  13. dadang hermawan · · Balas

    Senang sekali saya bisa menemukan blog ini, saya ada 3 buku tulisan beliau kumpulan sketsa yang pernah ditulis di Koran KR, namun melihat version online membuat sesuatu hal nampak baru. Saya senang karena akan lebih banyak lagi orang yang akan merasakan apa yang saya rasakan saat “ngemil” karya karya beliau, Salam

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      sama-sama, mas dadang ..
      ma kasih

      Suka

  14. mas, saya punya tulisan-tulisan UK, versi word… kalo bersedia, boleh nanti saya kirimi… minta alamat surelnya….

    Suka

    1. masteddy · · Balas

      boleh mas … sy terima dng tangan terbuka, ma kasih
      kirim ke masteddy@gmail.com

      Suka

      1. silakan dicek, mas…. 🙂

        Suka

    2. flashmen · · Balas

      Bangpay kalo nggak keberatan sya juga ingin membaca karya-karya beliau yang sampean miliki.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

akar rumput

tulisan ala kadarnya refleksi kehidupan dari akar rumput

My not–so–Secret Journal

thoughts, feelings, desires, passion, and some rambling!

PAUS ANTARTIKA

Kita akan bertahan!™

The BroNeo

cerita biasa dari orang biasa

Munajat Sang Pendamba

Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam, Semua mata makhluk-Mu telah tertidur, tapi pintu-Mu terbuka lebar buat pemohon kasih-Mu. Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu, Kasihi daku . . . .

ZeDeen

Rumahku Katanya Sih Surgaku : tentang perjalanan hidup lelaki kecil dan bahteranya

jendelakusam

"Pendar mata Sebuah catatan tolol, tentang perjalanan kehidupan dan segala macam penghidupannya"

lagilagi81.wordpress.com/

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Counting Down

The journey of my life...

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: