Pada waktu Minggu pagi kemarin saya pulang dari jalan-jalan pagi, saya lihat Pak Joyoboyo sudah hadir dan sedang berada di tengah percakapan gayêng dengan Mr. Rigen. “Lha, kalau begitu saya bisa kehilangan langganan tênan, Mas Rigen.” “Yak, ya belum to Mas Joyo. Wong Bapak itu saudara dan teman-temannya banyak. Di samping mereka suka mampir dan […]

Beri peringkat:

Sesudah hari-hari lampau, tentang keputusan cekal -cegah dan tangkal- untuk Beni dicabut bapak dan ibunya, Beni boleh dolan lagi ke mana dia suka. Kami serumah melihat, di luar dugaan kami semua, Beni tidak tampak terlalu antusias dengan pencabutan larangan bepergian keluar pagar itu. Dia malah tetap patuh tinggal di rumah, nonton acara TPI di tivi […]

Beri peringkat:

Meskipun sudah duduk di SD, bersekolah rupanya masih merupakan suatu avonturir tersendiri bagi Beni Prakosa. Sama seperti waktu masih duduk di TK, Beni melihat sekolah seperti sebuah taman bermain yang mengasyikkan bersama teman-temannya. Di kelas dia masih berjalan-jalan menginspeksi kawan-kawannya yang duduk di bangku. Memeriksa buku-buku pelajaran temannya, ikut membacanya, meng-ithik-ithik ketiak teman lelakinya serta […]

Beri peringkat:

Senin sore kemarin, idola saya Mas Doktor Prasodjo Legowo mampir ke rumah, sehabis lembur di kantornya. Sering saya tidak habis pikir, apa saja sih yang dilemburkan oleh seorang matematikus ulung seperti beliau. Dalam bayangan saya, seorang matematikus jenius seperti Mas Doktor Prasodjo Legowo itu akan memecahkan problem-problem matematika dengan begitu saja tanpa harus berkeringat dan […]

Beri peringkat:

Waktu saya pulang dari kunjungan rutin ke Jakarta sambil check kesehatan yang mulai mrèthèli pada usia laruik sanjo ini, saya temui Mr. Rigen juga baru pulang dari menengok orang-tuanya di desa. Seperti telah saya laporkan tempo hari, staf saya itu tidak pulang pada hari Lebaran karena kudu jaga pos di kerajaan saya. “Ada kabar apa […]

Beri peringkat:

Waktu saya pulang dari Jakarta untuk lebaran dengan keluarga saya, saya dapati Mr. Rigen & family sudah pada siap berderet di teras menyambut kedatangan saya. Mereka berderet bagaikan sederet pejabat berbagai eselon yang dipacak baris di lapangan terbang Adi Sucipto untuk menyambut kedatangan seorang menteri. “Selamat datang, Pak Ageng. Minal aidzin wal faizin.” “Yo, yo. […]

Beri peringkat:

Kadang-kadang saya bingung juga mendudukkan idola saya, Prof. Dr. Lemahamba, M.A, M.Ed, M.Sc, etc, etc … itu. Orangnya jelas cemerlang, kreatif dan innovative – terutama dalam mengendus tanah-tanah yang mau digusur atau mau dijual murah – pemurah dan tidak cêthil, sêkakar atau tidak kikir dalam membagi pengetahuannya. Idenya untuk mewaskatkan batur-batur dan mem-batur-batur-kan waskat jelas […]

Beri peringkat:

Tholo-Tholo, adik Beni Prakosa, adalah anak yang berbahagia. Bagaimana tidak, pada usianya yang baru tiga tahun itu dia adalah raja di rumah kami. Tentu bukan raja absolut murni. Dia adalah raja yang semi-konstitusional. Dikatakan semi-konstitusional karena meski ada konstitusi yang lengkap dengan Pembukaan dan Mukadimahnya, yang dulu telah saya ciptakan bersama seorang co-founding father dan […]

Beri peringkat:

Siang hari di musim panas  begini memang hangudubillah syaiton rasanya. Panas, prampang, tapi keringat tidak keluar. Lha, wong puasa. Air tubuh kita pada menguap keluar sampai membikin tubuh kita jadi kering-kerontang, bagaikan dendeng sapi. Bagi tubuh-tubuh yang gendut seperti saya, tubuh itu jadi nampak seperti dendeng gajih, keras ning juga lintrêk-lintrêk. Jam sesiang itu juga […]

Beri peringkat:

Beni Prakosa, yang pada tahun ini akan berumur tujuh tahun, sesumbar kepada orang tuanya bahwa dia akan puasa penuh. “Saya rak sudah besar to Pak, Bu. Sudah harus bisa puasa sampai sore.” “Wah, hebat, Lé. Sejak kapan kamu punya tekad begitu?” “Di sekolah kami suka ejek-ejekan, Pak.” “Ejek-ejekan bagaimana?” “Beni masih kapir, Beni masih kapir. […]

Beri peringkat:

ngaji di Nottingham

tulisan ala kadarnya untuk kenang-kenangan hidup

My not–so–Secret Journal

thoughts, feelings, desires, passion, and some rambling!

PAUS ANTARTIKA

Kita akan bertahan!™

The BroNeo

cerita biasa dari orang biasa

Munajat Sang Pendamba

Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam, Semua mata makhluk-Mu telah tertidur, tapi pintu-Mu terbuka lebar buat pemohon kasih-Mu. Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu, Kasihi daku . . . .

ZeDeen

Rumahku Katanya Sih Surgaku : tentang perjalanan hidup lelaki kecil dan bahteranya

jendelakusam

"Pendar mata Sebuah catatan tolol, tentang perjalanan kehidupan dan segala macam penghidupannya"

KEBAHAGIAAN HIDUP BUKAN SEKEDAR DARI AGAMA

Counting Down

The journey of my life...

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 375 pengikut lainnya