Mr. Rigen Mengerling Kenaikan Gaji

Mr. RIGEN, seperti sering saya laporkan di kolom ini, adalah seorang pengamat sosial yang baik. Kalau dulu dia mendapat kesempatan pendidikan yang baik serta hoki secukupnya, saya berani bertaruh dia akan bisa menjadi seorang ilmuwan sosial yang cemerlang. Atau kalau dia tidak tertarik dengan olah ilmu konvensional itu dan senang melatih keterampilan menulis atau mendapat… Read More Mr. Rigen Mengerling Kenaikan Gaji

Beri peringkat:

Happy New Year

DALAM rangka mengelola bludrêg saya yang naik turun (pernah mencapai di atas 190 dan di bawah 110), minggu-minggu akhir Desember 1989 ini saya banyak istirahat di Jakarta. Juga karena biasanya tutup tahun saya tutup di tengah rêriungan keluarga. Kenyung, cucu saya, sekarang sudah berumur dua tahun, sudah biasa tåtå-jalmå sebagai layaknya keluarga homo sapiens. Mutu… Read More Happy New Year

Beri peringkat:

Sebuah Warung Kopi Di Lucky Plaza, Singapura

WAKTU minggu yang lalu saya berada di Singapura, saya mendapat kesan kota itu semakin kelihatan tampil sebagai belantara beton, yang meskipun cantik arsitekturnya tetapi juga sekaligus dingin mengerikan. Tentu belum seperti belantara beton New York yang kelabu, kusam, dingin dan kadang tampil garang. Tetapi toh kesan afisien, acuh, cuek terhadap sesama manusia terasa juga. Maka… Read More Sebuah Warung Kopi Di Lucky Plaza, Singapura

Beri peringkat:

Terpilih Santap Siang Bersama Pangeran Charles

ENTAH bagaimana mulanya, hari Sabtu yang lalu saya kêtiban pulung, kagêm dipun kêrsakakên, terpilih sebagai salah seorang yang yang ikut makan siang bersama Pangeran Charles, putra mahkota Kerajaan Britania Raya serta Pengeran dari Wales. Sebagai priyayi cilik di pinggiran Kerajaan Mentaram, Ngayogyakarta Hadiningrat, yang menjadi bagian dari Rekiplik Ngindonesia, tentunya saya gragapan jatuh bangun waktu… Read More Terpilih Santap Siang Bersama Pangeran Charles

Beri peringkat:

Saya Mengaku …

KOK kebetulan, lho, kemarin sore ada dua tamu yang terdampar di rumah saya. Yang satu adalah kakanda Dr. Legowo Prasodjo yang selalu jatmiko itu, dan yang seorang lagi adalah Pak Joyoboyo yang penjaja ayam panggang Klaten. Saya katakan “terdampar” karena mereka datang pada jam yang paling impossible buat orang bertamu, yaitu pada pukul 15.30. Waktu… Read More Saya Mengaku …

Beri peringkat:

Biskuit

HARI Minggu sore yang lalu, saya pergi memenuhi undangan Prof. DR. Lemahamba M.Sc., M.Ed., etc, etc, untuk dolan rêriungan di rumahnya. “Why don’t you come to tea this Sunday ?” kata Bu Lemahamba dengan aksen British yang dikental-kentalkan. Terutama pada waktu mengatakan “tea”. Lidahnya digulung begitu rupa sehingga kata itu jadi kedengaran elok sekali “ttiiia”.… Read More Biskuit

Beri peringkat: